breaking news New

Prefektur Mie gencarkan kunjungan wisatawan Indonesia hingga 10 kali lipat

Prefektur Mie gencarkan kunjungan wisatawan Indonesia hingga 10 kali lipat Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Travelklik - Jakarta, Prefektur Mie atau wilayah administratif setingkat provinsi yang terletak di pulau Honshu, Jepang menargetkan jumlah wisatawan asal Indonesia meningkat hingga 10 kali lipat dari kondisi saat ini. Target ambisius itu disiapkan seiring meningkatnya kunjungan wisatawan Indonesia dan ditetapkannya Indonesia sebagai pasar pengembangan pariwisata Mie.

Direktur Promosi Pariwisata Internasional Pemerintah Prefektur Mie, Fujita Yuichi, menyebut Indonesia memiliki potensi besar. Jumlah penduduk yang besar dan tingginya ketertarikan masyarakat Indonesia terhadap Jepang menjadi alasan utama Mie memprioritaskan pasar ini.

“Indonesia adalah pasar dengan potensi yang sangat kami harapkan,” ujar Fujita dalam wawancara dengan media di Hotel Pullman, Thamrin, Jakarta pada Rabu 2 September 2026. 

Berdasarkan data 2023, sekitar 3.450 wisatawan Indonesia menginap di Prefektur Mie. Angka itu menempatkan Indonesia di peringkat ke-15 negara asal wisatawan yang menginap di Mie.

Jumlah tersebut sudah mencapai 1,5 kali lipat dibandingkan periode sebelum pandemi disekitar tahun 2020 lalu. Meski tumbuh, Fujita menilai angkanya masih kecil sehingga Mie menetapkan target peningkatan hingga 10 kali lipat.

“Target kami adalah meningkatkannya hingga 10 kali lipat,” lanjut Fujita menjelaskan.

Genjot Promosi Melalui Agen Travel dan Influencer

Untuk memperkenalkan Mie ke pasar Indonesia, pemerintah prefektur mengundang 36 agen perjalanan yang memiliki produk wisata Jepang. Dalam pertemuan itu diperkenalkan berbagai destinasi, kuliner, keindahan alam hingga pengalaman wisata khas Mie.

Beberapa daya tarik utama yang diangkat antara lain Suzuka Circuit yang terkenal lewat ajang Formula 1, kawasan Iga yang lekat dengan sejarah Ninja Jepang dan Mikimoto Pearl Island yang disebut sebagai tempat pertama berhasil membudidayakan mutiara.

Pemerintah Mie juga membidik wisatawan yang sudah beberapa kali berkunjung ke Jepang.

“Orang-orang yang ingin merasakan dan mengalami Jepang lebih dalam, bukan sekadar kunjungan biasa,” papar Fujita.

Selain destinasi, Mie mengangkat wisata petualangan dan alam seperti pengalaman mengemudi di Suzuka, salju di Gozaisho serta wisata keluarga.

Selain melibatkan biro perjalanan wisata, pemerintah prefektur juga mengajak influencer, seperti Nanako Shibasaki. 

Nanako menyebut media sosial menjadi sarana utama memperkenalkan Mie. Ia aktif membuat video singkat berdurasi sekitar satu menit di TikTok, Instagram berupa Reels untuk merangkum daya tarik tempat dan kuliner.

“Dalam video berdurasi sekitar satu menit, saya merangkum semua daya tarik tempat tersebut secara padat,” ujar Nanako Shibasaki.

Konten tersebut menyasar generasi muda yang aktif di media sosial dan diharapkan dapat mendorong keluarga merencanakan wisata bersama ke Jepang. Saat ini jumlah pengikut Nanako di seluruh platform mencapai sekitar 2,5 juta orang.

Siapkan Fasilitas Ramah Muslim

Mie juga menyiapkan fasilitas bagi wisatawan muslim, termasuk ruang salat dan informasi mengenai lokasi ramah muslim. Langkah ini dilakukan agar wisatawan Indonesia memiliki pilihan perjalanan yang lebih sesuai kebutuhan.

Faktor lain yang memperkuat kedekatan adalah keberadaan warga Indonesia yang bekerja di prefektur tersebut. Fujita menyebut keramahan masyarakat Indonesia, jumlah penduduk dan pertumbuhan ekonomi turut menjadi pertimbangan Mie.
 
Kedepan, Pemerintah Mie berharap kerja sama dengan agen perjalanan berlanjut hingga terbentuknya paket wisata konkret. Promosi juga akan digencarkan melalui influencer untuk menjangkau calon wisatawan.